April 29, 2005

Tuntas Sahanaya :D

Saya sangat suka mendengarkan musik. Apalagi, kala saya sedang dilanda sedih. Musik benar-benar menjadi obat mujarab yang tak terelakkan. Rasanya, hidup akan makin sepi, tanpa musik mengiringi langkah-langkah saya.

Hmm, ngomong-ngomong soal musik kesukaan, saya sih sebetulnya tak punya patokan yang saklek. Asal easy listening, ya ayo aja. Memang sih saya paling suka yang nge-pop, jazz dan R&B. Tapi di luar itu, saya pun menyukai beberapa lagu nasyid. Apabila sedang gundah, saya pun terkadang mendengarkan murattal untuk menenangkan hati.
Image hosted by Photobucket.com
(Ruth Sahanaya, Astaga)

Untuk penyanyi pop, saya paling suka sama Ruth Sahanaya (Uthe) dan Sheila Majid (Sheila). Untuk jazz, saya suka Al Jarreau dan Dave Koz (beserta saxophone-nya). Sedang untuk penyanyi R&B, yang saya suka adalah Whitney Houston.

Image hosted by Photobucket.com

(Ruth Sahanaya - Yang Terbaik)

Khusus untuk Uthe dan Sheila, saya memang mengumpulkan beberapa album-nya. Uthe sudah saya suka sejak debut “Kaulah Segalanya” muncul. Tapi saya baru memiliki kasetnya pada pertengahan 1997, tepatnya pada tanggal 16 juni 1997. Waktu itu yang pertama kali saya punya adalah album “Yang Terbaik”. album itu merupakan kumpulan beberapa lagunya yang sempat nge-hits. Saya mendapatkan kaset itu di salah satu toko kaset di Pasar Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Saat itu saya sedang jalan-jalan bersama Tante Ita (adik sepupu ayah saya) dan Om Rahmat yang baru saja menikah (Kapan balik dari Vietnam?).
Image hosted by Photobucket.com
(Sheila Majid - Gemilang)
Dan ah ya, pada saat yang bersamaan, saya juga membeli kaset Sheila yang bertajuk “Gemilang”. Setelah saya cek ke official web-nya, barulah saya tahu bahwa ternyata album tersebut dirilis dalam dua versi, yakni Malaysia dan Indonesia. Komposisi lagu kedua versi itu pun, tentu saja berbeda.

Beberapa bulan setelahnya, saya tak membeli album dari kedua penyanyi tersebut. memang begitulah saya. Jika nge-fans sama satu artis, saya enggak bisa terlalu nge-fans. Secukupnya saja. Kalau memang sedang ada doku, ya beli kasetnya. kalau sedang tak bisa beli, ya kan bisa ndengerin dari radio atau liat di TV :D

Saya baru punya kaset lagi pada akhir 1997. Itu pun setelah dapat oleh-oleh dari seorang kakak kelas yang baru saja pulang dari Pelatihan Olimpiade Matematika di Bogor. Padahal waktu di Bogor itu, ia sempat kecopetan. Untunglah sebelum itu, ia sudah sempat membelikan kaset untuk saya :D Kaset itu bertajuk “Cinta Jangan Kau Pergi” dari Sheila. Kaset yang diproduksi oleh EMI tersebut, hanya beredar di Indonesia. Sayangnya di official web-nya Sheila, tak saya temukan image album tersebut. Jadi saya tak bisa memberi gambaran lengkap mengenai cover albumnya. Maaf ya... (btw, thank kasetnya ya, kak... kaset itu masih terawat dengan baik dan dek dengerin sampai sekarang).
Image hosted by Photobucket.com
(Ruth Sahanaya - Uthe!)

Tak lama setelah itu, pada pertengahan 1998, saya pun membeli album Uthe! Hits untuk Album Uthe! adalah “Bawa Daku Pergi”. Saya tak ingat pasti kapan saya membeli kaset itu. Karena saya lupa tak menuliskan tanggal pembeliannya, di cover kaset itu.

Wah...habis itu, beberapa album Uthe maupun Sheila saya lewatkan begitu saja. Saya tetap mendengarkan lagu-lagu mereka, tapi tak mengikuti secara intensif perkembangannya. Kadang saat berkunjung ke toko kaset dan melihat album terbaru mereka terpajang di etalase, entah kenapa saya jadi tak terlalu bernafsu untuk membeli. Mungkin karena budget untuk itu emang lagi enggak tersedia. Tapi ada untungnya sih, karena saya jadi tak terlalu boros :D
Image hosted by Photobucket.com
(Ruth Sahanaya - Tak Kuduga)
Pada akhir 2002, saat saya ke Bandung, saya sempatkan mengunjungi salah satu toko kaset di bilangan Jln. Dago. Toko kaset itu terbilang lengkap, karena selain kaset-kaset baru, mereka pun juga menyediakan beberapa kaset lama yang sudah tak lagi beredar. Termasuk kaset-kaset dari Uthe. Setelah menimbang dan berpikir sejenak, saya pun memutuskan membeli albumnya yang bertajuk “Tak Kuduga”. Saya pilih album itu hanya karena di dalamnya ada lagu yang berjudul “Jika Daku Jatuh Cinta”, yang memang belum saya temukan di dua album yang sebelumnya saya beli.

Setelah itu sampai sekarang, saya belum menambah koleksi kaset dari kedua penyanyi favorit saya itu. hehehe, ada yang mau ngasih nggak?

Ngomong-ngomong tentang nge-fans-nya saya pada Ruth Sahanaya, saya punya satu pengalaman lucu sehubungan dengan itu. Ceritanya, dulu pas saya kelas 1 SMP, saya bergabung dengan ekskul seni musik SMPN 1 Purwokerto, yang menaungi Spensa Band. Di situ, saya ditunjuk menjadi salah satu vokalisnya.

Singkat cerita, pada salah satu pementasan, saya bersiap membawakan lagu “Kaulah Segalanya”. Saat MC-nya tahu bahwa lagu yang akan saya bawakan itu adalah hits dari Ruth Sahanaya, ia pun memanggil saya untuk naik ke atas panggung dengan cara seperti ini: “Inilah…, Tuntas Sahanaya…!”

Gubrak! Saya hanya bisa melongo, lalu tersenyum kecil mendengar kata-katanya itu.

Wakakak..., emang sejak kapan taschan jadi orang Ambon dan bermarga Sahanaya?


Material, 25/04/2005
04:15 WIB
• • •