Showing posts with label summer. Show all posts
Showing posts with label summer. Show all posts

August 23, 2012

Summer 2012 - Week 10

Sabtu, 18 Agustus 2012, kami sengaja tak keluar dari hotel. Kami habiskan waktu untuk bersantai dan beristirahat, karena keesokan harinya kami akan pergi seharian ke NYC untuk merayakan Idul Fitri.

-----

Minggu, 19 Agustus 2012, kami keluar dari hotel pukul 5.30 ET. Pagi itu kami terpaksa menyewa taksi karena shuttle bus yang biasa kami pakai ada jadwal mengantar tamu ke tempat lain pada jam yang sama. Alhasil kami harus membayar tarif taksi yang cukup mahal. Tapi tak apalah, toh tidak harus setiap hari menyewa taksi.

Seperti biasa, dari stasiun North White Plains kami naik kereta rute Metro North yang berakhir di Grand Central, NYC. Dari situ kami melanjutkan perjalanan dengan subway dan menuju ke daerah Queens. Ya, hari itu kami pergi ke Masjid Al-Hikmah, masjid masyarakat Indonesia di Queens. Kira-kira pukul 7.30 ET, kami sampai di Al-Hikmah. Beruntung belum terlalu banyak orang, jadi masih bisa mencari tempat sholat dengan leluasa. Sambil menunggu sholat Ied yang dimulai pada pukul 9.00 ET, kami bertakbir bersama dengan jamaah yang lain. 

Sekitar pukul 10.00 ET, rangkaian sholat Ied sesi pertama selesai. Setelahnya, jamaah yang datang terlambat mengikuti sholat pada sesi kedua. Keluar dari masjid, jamaah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Sungguh kami seperti sedang sholat di tanah air, karena jamaah yang hadir hampir semuanya dari Indonesia. Jamaah wanita pun menggunakan mukena dan berpakaian muslimah khas Indonesia. Ada pula yang berkebaya dan bahkan berkaftan ala Syahrini :D

Di pelataran masjid  kami  berkenalan dengan keluarga Pak Budi dan Mbak Novi (bersama si kecil Farhana yang baru berusia 11 bulan). Pak Budi merupakan senior suami saat kuliah S1 dan saat ini menjadi salah satu staf di Kantor PBB. Kami juga bertemu dengan keluarga Mbak Harnida, Fulbrighter angkatan 2008 yang rencananya akan selesai studi S3 pada Mei 2013 mendatang. Tak hanya berkenalan, kami pun berfoto bersama. Oya, Ustadz Shamsi Ali yang merupakan tokoh muslim penting di AS sempat pula saya abadikan gambarnya secara diam-diam ketika beliau berada di pelataran masjid.

Usai sholat Ied, warga Indonesia bisa menghadiri open house yang diadakan di KJRI New York maupun di kediaman Dubes RI untuk PBB (PTRI/Perwakilan Tetap RI) di New Rochelle, NY. Karena belum pernah mengunjungi KJRI NY, akhirnya kami putuskan untuk mengikuti open house disana. 

Sampai di KJRI NY, ternyata kami harus menunggu sekitar 15 menit sebelum open house dimulai. Padahal sudah banyak warga Indonesia yang menunggu di depan gedung. Agar tak bosan menunggu, berfotolah saya untuk kenang-kenangan dan ajang narsis :D

Begitu pintu dibuka, kami harus mengisi buku tamu terlebih dahulu. Sebelum menyantap hidangan, kami berfoto sempatkan bersama Bapak Konsul Jenderal dan Istri. Setelah itu barulah kami menyerbu hidangan  yang tersedia. Ada Lontong Sayur, Opor Ayam, Sambal Goreng Kentang, Telor Bacem, Kerupuk, Sambal Terasi, Bihun Goreng, Siomay, Bolu Kukus Mekar, Putu Ayu, dan Es Kelapa. Tadinya sempat berharap ada rendang, tapi ternyata nihil :D

Saat open house tersebut kami berjumpa beberapa teman Fulbrighter, teman di IBM, dan satu mahasiswi suami yang mengikuti orang tuanya bertugas sembari kuliah program MBA di salah satu universitas swasta di NYC. Saya sendiri sempat penasaran dengan salah satu sosok yang sepertinya sering saya lihat di media. Saya menebak itu James F. Sundah, tapi beberapa teman yang saya tanyai juga tak tahu pasti apakah benar itu beliau. Sesampai di hotel, saya sempatkan googling dan ternyata memang benar itu James F. Sundah. Beruntung saya sudah mengambil fotonya, meski secara diam-diam. Juga ada Kia AFI yang entah sedang studi atau ada kegiatan lain di NY. 

Alhamdulillah, sudah 10 minggu di NY. Sudah sangat kangen dengan apartemen mungil kami di Dayton, OH. Ingin bisa membuat gorengan lagi dan masak yang pedas-pedas :D 
• • •

Summer 2012 - Week 9

Sabtu, 4 Agustus 2012, kami pergi ke Top Line Supermarket di Elmhurst, NYC. Sebetulnya hari itu kami tak terlalu bersemangat untuk jalan-jalan. Rasanya ingin menghabiskan waktu hanya di hotel saja. Ditambah lagi cuaca Armonk (NY) hari itu tak terlalu bersahabat. Mendung dan bahkan hujan deras turun ketika kami berada di shuttle bus menuju ke stasiun North White Plains.

Hari itu kami harus tetap pergi ke NYC, karena ada pesanan produk Indonesia dari teman di Ohio yang harus segera kami kirimkan. Sebetulnya teman tersebut tidak mengharuskan kami untuk mengirim pesanannya pada hari itu, namun kami ingin kiriman tersebut bisa sampai padanya sebelum lebaran tiba. Ya, siapa tahu teman tersebut ingin merayakan lebaran dengan membuat kue-kue khas Indonesia menggunakan bahan-bahan yang ia pesan pada kami. Akhirnya dengan penuh semangat kami tetap berangkat. Alhamdulillah di dekat Top Line ada kantor pos, sehingga misi pengiriman barang hari itu bisa tercapai.

Keluar dari kantor pos, rasanya sudah ingin cepat kembali ke hotel. Kami lalu membeli kebab kambing di gerobak Halal Food yang ada di dekat kantor pos tersebut. Tentu tak langsung kami santap, karena hari itu kami puasa. Kebab tersebut kami bawa pulang dan kami santap saat buka dan sahur. Alhamdulillah...
• • •

Summer 2012 - Week 8

Sabtu, 4 Agustus 2012, saya dan suami membuat janji untuk bertemu dengan empat Fulbrighters angkatan 2012 asal Indonesia yang sedang Pre-Academic di St. John's University, Manhattan, NYC. Kami berangkat sepagi mungkin dari hotel, yakni pukul 5.00 ET. Menggunakan kereta ekspres yang berangkat pukul 6.01 ET dari stasiun North White Plains, kami tiba di Grand Central sekitar pukul 6.40 ET.  Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju ke Battery Park dengan menggunakan subway No. 4. 

Sampai di Battery Park sebelum pukul 7.30 ET, ternyata teman-teman Fulbrighter belum datang. Loket penjualan tiket kapal feri yang akan membawa kami ke Liberty dan Ellis Island juga masih tutup. Waktu menunggu tersebut kami gunakan untuk berfoto dan menikmati pinggir pantai yang belum terlalu ramai pengunjung.

Tepat pukul 7.45 ET, teman-teman Fulbrighter telah tiba di tempat dan loket penjualan pun telah dibuka.  Kami membeli tiket kapal feri sebesar $17/orang (termasuk didalamnya bonus audio tour).

Kami harus mengantri sebelum masuk ke kapal feri. Sambil mengantri tersebut, kami berbincang mengenai bagaimana pengalaman hidup di Amerika dan tips agar bisa berhemat selama studi. Maklum obrolan pelajar yang beasiswanya tak seberapa banyak :) Namun apapun yang terjadi, kami tetap bersyukur. Tak semua orang punya kesempatan belajar di luar seperti yang suami dan teman-temannya dapatkan.

Setelah mengantri kira-kira 30 menit, kami naik ke kapal feri dan menikmati perjalanan di atas geladak kapal. Hati kami begitu gembira ketika akhirnya bisa melihat patung Liberty dari dekat. Rasanya semua penasaran terbayar, karena inilah salah satu tempat yang wajib didatangi saat mengunjungi AS. Bagaimana tidak, mendengar kata AS tentu pikiran banyak orang langsung tertuju pada patung Liberty. Dan hari itu kami berada di dekatnya. Kami berfoto sepuasnya sebagai bukti kami telah mengunjungi salah satu icon AS tersebut.

Setelah puas menikmati Liberty, kami naik kapal feri kembali dan menuju ke Ellis Island. Disana kami hany sempat menikmati sebagian isi museum, karena tenaga kami sudah cukup terkuras saat mengunjungi Liberty. Apalagi saat itu kami semua puasa dan hari itu panas cukup menyengat. Alhasil, dua teman kami pun sukses tertidur di salah satu bangku museum :) Karena semangat sudah tak lagi membara (cie...:D), akhirnya kami putuskan menaiki kapal feri lagi dan kembali ke Battery Park.

Sebelum kembali ke hotel, kami sempat mengunjungi asrama tempat teman-teman Fulbrighters tinggal selama Pre-Academic. Saya senang sekali mengetahui di dekat asrama tersebut ada Whole Foods, sebuah supermarket yang banyak menjual makanan organik, termasuk tempe. Langsung saja saya borong empat jenis tempe yang dijual disitu dengan harga $2,19/buah. Alhamdulillah, Liberty dapat, tempe pun ada di genggaman :) 
• • •

Summer 2012 - Week 7

Sabtu, 28 Juli 2012, saya dan suami mengunjungi The New York Hall of Science, sebuah museum sains yang berada di wilayah Queens, NYC. Kami tidak tahu alasan mengapa Hall of Science didirikan di pinggiran timur NYC dan tidak berada di dekat downtown atau pusat kota. Area dimana museum tersebut didirikan merupakan kawasan yang banyak dihuni oleh kaum imigran, baik itu imigran Cina, India/Pakistan, maupun Hispanic/latin. Dalam perjalanan dari stasiun menuju ke museum tersebut, kami seperti tak sedang berada di Amerika, sebab warga Amerika (di Indonesia biasa disebut bule) baik yg white maupun black, seperti menjadi minoritas di kawasan tersebut karena jarang kami temui.

Sampai di loket penjualan tiket, suami hanya perlu menunjukkan Kartu Pegawai IBM sebelum akhirnya kami berdua mendapatkan stiker sebagai tanda masuk. Ya, hari itu kami tak perlu membayar biaya masuk :) Alhamdulillah...

Hall of Science memiliki koleksi pembelajaran sains yang unik dan cukup lengkap. Tak heran bila banyak anak kecil mengunjungi museum tersebut, baik sekedar berkunjung maupun untuk mempelajari sesuatu. Disitu materi sains yang awalnya terkesan serius, justru menjadi suatu permainan yang menyenangkan.

Hari itu kami juga sempat menyaksikan film 3D berjudul "Wild Ocean" yang bercerita tentang kehidupan bawah laut di Afrika Selatan. Dalam film tersebut juga diceritakan mengenai migrasi ribuan ikan sardin di sepanjang garis pantai KwaZulu-Natal yang menjadikan berkah tak hanya bagi ikan-ikan lain (seperti hiu, paus, lumba-lumba), namun juga para nelayan yang mendapat peningkatan jumlah tangkapan ikan.

Ternyata museum tak harus selalu berkesan serius. Museum pun bisa menjadi pilihan bagi rekreasi keluarga sembari menimba ilmu dengan cara yang menyenangkan.
• • •

August 22, 2012

Summer 2012 - Week 6

Setelah bertemu pada malam sebelumnya dengan keluarga Mbak Vita di Staten Island, pada hari Senin, 16 Juli 2012, saya janjian untuk bertemu kembali dengan mereka di Museum Lilin - Madame Tussauds yang ada di kawasan Times Square, NYC. Kali ini saya ke NYC sendiri, karena suami harus pergi magang. 

Saya sampai di Times Square sekitar pukul 10.30 ET. Untuk melihat koleksi yang ada di Madame Tussauds, saya harus membayar $36 (belum termasuk pajak). Karena  membawa kupon diskon, hari itu saya cukup membayar $34 (sudah termasuk tax). Tetap saja mahal :( 

Karena keluarga mbak Vita masih dalam perjalanan, saya tak langsung masuk ke ruang pamer. Saya putuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu sembari menunggu mereka datang. Seperti biasa, saya membeli Kebab Kambing (Lamb over Rice) di gerobak Halal Food yang terletak di atas stasiun subway 42nd st - Port of Authority dan dijual dengan harga $5/porsi. Saya meminta izin pada pedagangnya untuk langsung menikmati menu tersebut di dekat gerobaknya sembari duduk di atas kotak minuman (krat) yang sudah tak terpakai lagi. Sebetulnya agak malu makan di pinggir jalan seperti itu, tapi entah malu pada siapa. Toh tak ada satupun orang yang mengenal saya :D 

Kira-kira pukul 11.30 ET, saya sudah berada kembali di depan Madame Tussauds. Tak lama kemudian Mbak Vita, suaminya dan ketiga putrinya tiba di tempat. Kami berenam bersama-sama memasuki ruang pamer dan menikmati patung orang-orang terkenal didalamnya. Tak ketinggalan kami berfoto dengan "orang-orang terkenal" itu. 

Di Madame Tussauds, kami tak hanya bisa menikmati patung-patung. Ada juga ruang theater yang kala itu memutar film 4D - Marvel Super Heroes. Tak berbeda dengan film 3D yang membuat kita serasa berada langsung dalam cerita tersebut, nah saat pertunjukkan itu terdapat keunikan lain dimana ada sedikit air menyembur dari sela-sela kursi penonton. Untung tak sampai basah kuyup :)

Kira-kira pukul 14.00 ET, saya buru-buru pamit pada keluarga mbak Vita. Saya hendak mampir ke Upi Jaya untuk membeli Rendang (seperti biasa :D) dan tak ingin terlambat pulang. Pikir saya waktu itu, sebisa mungkin sebelum pukul 16.00 ET saya sudah menaiki kereta balik ke White Plains. Bila tidak, saya harus bersiap dengan kepadatan di dalam kereta, karena pada pukul 16.00 - 20.00 adalah jam sibuk dimana orang-orang pulang dari kantor. Sebenarnya ingin menemani keluarga mbak Vita jalan-jalan lebih lama, tapi apa daya tempat hotel tempat saya tinggal jauh dari downtown NYC. Mudah-mudahan lain waktu bisa jalan-jalan bersama lagi.

------

Pada hari ke-2 puasa Ramadhan (Sabtu, 21 Juli 2012), saya dan suami pergi kembali ke NYC. Kali itu kami punya tujuan yang berbeda. Saya pergi ke China Town, sedangkan suami mengunjungi Museum Intrepid untuk bertemu dengan salah satu mahasiswanya yang mendapat Green Card dan kini tinggal di NYC.

China Town tidak akan saya bahas terlalu dalam, karena layaknya China Town di tempat lain, kawasan tersebut menjadi surga bagi turis yang ingin mencari oleh-oleh. Sebagai gantinya, akan saya tampilkan beberapa foto yang menggambarkan Museum Intrepid. 

Intrepid merupakan museum yang baru dibuka pada hari Kamis, 19 Juli 2012. Museum tersebut unik karena berada di atas bekas kapal induk dan ditempatkan di pinggir Sungai Hudson. Koleksinya meliputi berbagai alat maupun pesawat milik angkatan udara dan laut Amerika Serikat, serta pernah dipakai di kapal induk tersebut. Di atas kapal induk tersebut juga dipamerkan Enterprise, pesawat ulang-alik yang dipergunakan hanya untuk uji coba (tidak diterbangkan keluar angkasa).  

Di sebelah kapal induk dipamerkan juga Concord, sebuah pesawat penumpang supersonik yang beroperasi pada tahun 1969 s.d 2003. Pesawat yang melebihi kecepatan suara tersebut melayani rute London - NY, Paris - NY, dan London - Washington DC. Kecepatan sebuah pesawat supersonik 2x lebih cepat dibanding pesawat komersial biasa. Sebagai contoh, rute London - NY yang biasanya ditempuh dalam waktu 8 jam, dengan pesawat supersonik hanya membutuhkan waktu 3,5 jam. Benar-benar menakjubkan bukan? 
• • •

Summer 2012 - Week 5

Sabtu, 14 Juli 2012, kami pergi ke Washington DC dan Maryland.  Kami berangkat dari hotel sekitar pukul 6.30 ET. Dengan mobil yang kami sewa, waktu tempuh dari Armonk (NY) ke DC sekitar 5,5 jam.  Selama perjalanan tersebut, total uang tol yang harus kami membayar sekitar $25. Cukup mahal, tapi itulah jalur tercepat yang bisa kami lalui. Mungkin melalui jalur lain kami tak harus membayar uang tol, tapi jarak tempuhnya tentu bisa lebih lama.

Sampai di DC, kami memarkir kendaraan di sebuah gedung dekat Dupont Circle. Tarif parkir yang harus kami bayar saat itu sebesar $11. Dari tempat parkir, kami berjalan menuju Kantor Kedutaan Besar RI untuk Amerika Serikat yang terletak tak jauh dari Dupont Circle. 

Setelah berfoto di depan Kedubes RI, kami berjalan ke stasiun subway terdekat. Berbeda dengan stasiun subway di NY yang terkesan sumpek dan panas, stasiun subway di DC terlihat lebih bersih dan teratur. Memang jalur subway NY sudah jauh lebih tua dan lebih banyak dibanding DC. Bila di DC jalur subway hanya ada dua per stasiun subway (dengan bentuk menyilang, dua tingkat), sedangkan di NY jalurnya subway-nya bisa mencapai empat tingkat untuk stasiun tertentu).

Menaiki subway, kami menuju ke Library of Congress (perpustakaan yang koleksinya terbanyak di dunia). Mengunjungi gedung tersebut seperti tak sedang mengunjungi sebuah perpustakaan. Gedung tuanya sungguh megah dan artistik. Sebelum masuk, kami harus rela antri dan menjalani pemeriksaan barang bawaan. Sayangnya Children's Corner yang merupakan favorit saya bila berkunjung ke suatu perpustakaan, yakni ruang dimana koleksi buku anak ditempatkan, hari itu tidak buka. Sedikit kecewa, tapi Insya Allah kami akan datang lagi lain waktu (entah kapan tepatnya) dan berusaha datang di hari kerja agar bisa menikmati koleksi di Children's Corner.

Letak Library of Congres berseberangan dengan The Capitol. Di The Capitol kami berfoto di dua sisi. Di salah satu sisi terdapat balkon dimana pelantikan Presiden AS dilaksanakan. Saat pelantikan, presiden mengucapkan sumpah di hadapan massa yang berkumpul memenuhi area sekitar gedung tersebut. Dari area tersebut, dari kejauhan kami dapat melihat National Monument yang baru kami dekati pada keesokan harinya.

Karena jam sudah menunjuk pukul 16.30 ET, kami memutuskan mengambil mobil dan membeli sedikit buah tangan di Whole Foods untuk dibawa ke rumah Pak Roni dan Mbak Narti di Maryland. Ya, pada malam harinya kami menginap di rumah beliau berdua, yang kami kenal dua minggu sebelumnya saat kami berkunjung ke Boston (MA). Kami sengaja cepat mengakhiri jalan-jalan hari itu karena pada pukul 18.00 ET beliau berdua hendak mengikuti rapat guna membahas kegiatan menjelang Ramadhan.

Sampai di rumah Pak Roni, saya berkenalan dengan Mbak Dyah. Beliau sudah hampir tiga tahun terakhir kost disitu bersama dua rekan lainnya. Oya, hari itu kami menginap di bagian attic/loteng. Duh, jadi ingin buat ruang di loteng juga saat renovasi rumah di depok nanti :D Insya Allah.

Usai mandi, menumpang mobil sedan milik Pak Roni, bersama-sama kami menuju tempat rapat dan berada disana sampai kira-kira pukul 22.30 ET. Layaknya acara masyarakat Indonesia lainnya, rapat hari itu diisi pula dengan acara makan-makan :)

Keesokan paginya, usai mengobrol mengenai berbagai topi sembari sarapan, kami meninggalkan rumah Pak Roni sekitar pukul 9.00 ET. Tak lupa kami berfoto bersama untuk kenang-kenangan. 

Meninggalkan rumah Pak Roni di Maryland, kami menuju ke DC kembali. Sebelum mulai jalan-jalan, kami memarkir mobil di salah satu sudut jalan dekat National Museum of African Art. Dari situ kami berjalan menuju ke Smithsonian National Air and Space Museum. Awalnya suami tertarik untuk melihat langsung salah satu pesawat ulang alik yang baru dipensiunkan. Ternyata pesawat ulang-alik tersebut tidak disimpan di DC, melainkan di Dulles Air and Space Museum yang masuk wilayah Virginia.

Di Air and Space Museum tersebut kami bisa menyaksikan kecanggihan teknologi kedirgantaraan yang dimiliki Amerika Serikat, baik itu untuk keperluan perang maupun ilmu pengetahuan. Kami bisa melihat berbagai macam pesawat, roket, laboratorium angkasa luar, dan lain-lain. Disitu kami juga sempat masuk ke planetarium dan menyaksikan film "Journey to the Stars".

Usai mengunjungi Air and Space Museum, kami berjalan menuju ke National Monument dan berfoto disana. Setelah itu kami berjalan menuju White House yang menjadi penutup perjalanan kami ke DC saat itu. Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang belum kami kunjungi. Jadi sepertinya kami akan kembali lagi ke DC satu saat nanti, insya Allah.

Sebelum kembali NY, kami sempat mampir ke rumah Pak Roni karena tempat kamera dan jaket saya tertinggal disana. Duh malunya... Jadi reminder, bila menginap dimanapun harus re-check apapun barang bawaan saya. Semoga lain kali tak akan lupa lagi :)

Di tengah perjalanan menuju NY, saya mengontak mbak Vita (teman satu kota di Ohio) yang hendak menginap beberapa malam di Staten Island. Suami ingin menemui keluarga mbak Vita, karena keesokan harinya ia tak bisa menemani mereka jalan-jalan di NYC. Tak disangka, mobil kami berada di rute yang sama. Saat itu kondisinya jalan cukup macet. Agar mudah, kami janjian untuk bertemu di Staten Island.

Mobil kami lebih dulu sampai di Staten Island dan saat itu hari sudah mulai gelap. Sembari menunggu mbak Vita, kami memarkir mobil di sebuah Gas Station. Agak lama juga menunggu, karena mereka sempat nyasar dan tanpa sadar mobil mereka berhenti di dekat pemakaman umum :D Alhamdulillah, dengan izin Allah, akhirnya kami bisa bertemu dan mengobrol sekitar satu jam lamanya dengan mbak Vita dan keluarga. Setelah itu kami melanjutkan kembali perjalanan ke hotel kami di Armonk, NY.
• • •

August 21, 2012

Summer 2012 - Week 4

Sabtu, 7 Juli 2012, saya dan suami mengunjungi Times Square, pusat hiburan dan perbelanjaan terpadat di kawasan Manhattan, NYC. Dari hotel menuju ke stasiun North White Plains, kami menumpang shuttle bus. Sejak hari itu, kemanapun hendak pergi (asalkan masih di dalam kota), sebisa mungkin kami menggunakan shuttle bus tersebut. Ada fasilitas gratis, sayang bila tak kami manfaatkan.

Dari stasiun North White Plains ke Grand Central, kami menumpang kereta rute Metro North. Sampai di Grand Central, kami berjalan kaki menuju ke Times Square. Kami sempat melewati gedung megah New York Public Library (NYPL) beserta Bryant Park di sebelahnya.
New York Public Library (NYPL)
Mendekati Times Square, saya sempat memotret kesibukan di persimpangan antara Broadway dan West 42nd. Saya juga memotret Museum Lilin - Madame Tussauds dan Hard Rock Cafe (hanya di luarnya saja :))

Persimpangan Broadway & 42nd
Madame Tussauds - NYC
Hard Rock - NYC

Tanpa direncanakan sebelumnya, kami memasuki Toys R Us. Disitu kami mendapati keunikan karena ada komidi putar didalamnya. Juga ada area yang memamerkan beraneka bentuk replika yang terbuat dari lego, seperti Patung Liberty, Lipstick Building, dan juga Hulk. Juga ada replika Dinosaurus dan suaranya yang cukup menarik perhatian, patung Spiderman dan mobil yang bergelantungan di atap, Barbie, serta Candy Land.
Patung Liberty dari Lego di Toys R Us - Times Square 
Setelah itu kami pergi ke Hershey - Chocolate World, sebuah toko coklat yang letaknya berseberangan dengan toko permen M & M. Disitu tersedia beranerka permen coklat dengan berbagai rasa dan bentuk, termasuk beberapa coklat berukuran besar yang khusus dijual di toko tersebut. Selain berfoto, sebelum beranjak keluar kami membeli sebungkus coklat rasa kelapa.

Dari kawasan Times Square, kami berpindah ke American Museum of Natural History. Menarik melihat beragam koleksinya yang bisa menjadi rujukan penting bagi pembelajaran sains. Sayangnya hari itu kami tak masuk ke planetarium yang arsitekturnya berbentuk bola raksasa.

Pecel - Upi Jaya, Elmhurst, NY
Sekitar pukul 15.30 ET, kami keluar dari museum dan menuju ke Elmhurst. Ya, kami kembali menyambangi Warung Padang Upi Jaya. Disana suami memesan Nasi Rames Rendang, sementara saya memesan Pecel. Kedua pesanan tersebut dibungkus dan kami santap di Grand Central (sembari menunggu kereta balik menuju ke White Plains).
• • •

August 20, 2012

Summer 2012 - Week 3

Sabtu, 30 Juni 2012, kami pergi ke Boston dengan mobil sewaan. Ini pertama kalinya suami menyetir mobil jarak jauh. Perjalanan dari Armonk ke Boston memakan waktu sekitar tiga jam. Kami berangkat sekitar pukul 10.00 ET dan sampai disana sekitar pukul 13.00 ET.

Tujuan pertama kami adalah sebuah taman di pinggir Sungai yang berada dekat dengan University of Massachusetts - Lowell. Disitu kami bertemu dengan beberapa warga Indonesia yang sedang piknik dan menikmati kebersamaan sebelum Ramadhan tiba. Kami berkenalan dengan keluarga Pak Aris dan Mbak Dewi bersama kelima buah hatinya. Di rumah beliau berdualah kami bermalam. Kami juga bertemu dengan keluarga Mbak Intan (yang keesokan harinya akan back for good ke Yogyakarta) dan Mbak Minda (yang dengan senang hati bercerita mengenai pengalamannya mendapatkan buah hati).
Piknik di Pinggir Sungai
Sekitar pukul 17.00 ET, acara selesai dan kami melanjutkan perjalanan ke kediaman Pak Aris dan Mbak Dewi di kota Stow. Di tengah perjalanan, kami sempat mampir ke toko Asia dan toko organik langganan Mbak Dewi. 
Toko Organik 
Di kediaman Mbak Dewi, suasana malam itu cukup semarak karena selain saya dan suami, ada Pak Roni dan Mbak Narti (Maryland) yang juga menginap disana. Beliau  berdua hendak melakukan perjalanan ke Quebec, Montreal dan Toronto (Kanada) pada keesokan harinya. Menu makan malamnya cukup menggiurkan, yakni Ikan Bakar yang khusus dipersiapkan oleh Ikhsan (putra Pak Aris dan Mbak Dewi). Hmm....sedap!

Bersama Mbak Narti dan Mbak Dewi di Stow, MA
Keesokan paginya, kami berangkat pukul 8.00 ET menuju ke kota Boston. Tadinya kami sempat konvoi dengan mengikuti mobil Pak Roni, sayangnya kami baru sadar kalau bensin sudah waktunya diisi. Jadilah kami berpisah di jalan dan baru bertemu kembali dengan beliau saat sudah sampai di Boston.

Setelah memarkir mobil di sebuah gedung dengan tarif $15 selama sehari penuh, kami membali tiket Old Town Trolley Tour, sebuah bus terbuka yang mengelilingi kota Boston. Untuk berkeliling kota Boston, pengunjung bisa memilih berbagai alternatif trolley atau bus pariwisata. Harga dan tawaran rutenya pun bervariasi. Ada yang hanya berkeliling di daratan, namun ada juga yang menggunakan kendaraan multifungsi yang bisa digunakan di air. Terus terang kami sedikit menyesal membeli tiket trolley yang mahal tersebut, sebab Boston ternyata pusat kotanya kecil. Kalaupun kami tak membeli tiket itu pun, kami tetap bisa leluasa menikmati Boston dengan mudah. Tapi ya itulah seninya jalan-jalan di tempat baru. Kalau ada rugi atau sedikit pemborosan, itu hal biasa. Namanya juga bukan di daerah sendiri :)





Saat itu, alhamdulillah kami bisa mampir menyaksikan KRI Dewaruci yang sedang singgah di Boston. Itu merupakan persinggahan terakhir sebelum kapal pulang kembali ke Indonesia. Rencananya setelah perjalanan tersebut KRI Dewaruci akan dipensiunkan dan diganti dengan kapal lain yang lebih baru.
KRI Dewaruci di Boston Harbor
Demikian sekelumit cerita jalan-jalan kami di Boston pada minggu ketiga Summer 2012. Insya Allah akan berlanjut dengan cerita pada minggu-minggu berikutnya.

• • •

August 14, 2012

Summer 2012 - Week 2


Sabtu, 23 Juni 2012, kami berdua pergi ke New York City (NYC). Kali ini kami memarkir mobil di stasiun White Plains dan menggunakan kereta menuju ke NYC. Harga tiket dari White Plains ke Grand Central (stasiun utama NYC) sebesar $7.75 sekali jalan. 

Itu kali pertama saya mengunjungi Grand Central. Kesan saya, itu benar-benar stasiun yang klasik dan megah. Tak lupa kami sempatkan mampir ke area dimana Apple menyediakan Iphone, Ipad maupun Mac yang bisa kami coba secara gratis. Pengen sih beli, tapi budget-nya mau buat yang lain dulu :)






Dari Grand Central, kami melanjutkan perjalanan ke Empire State yang merupakan salah satu gedung pencakar langit kebanggaan NYC. Inginnya langsung naik, tapi perut sudah protes minta diisi. Maklum jam makan siang. Akhirnya kamipun mengitari area seputar Empire State dan menemukan beberapa gerobak makanan halal di salah satu sudut jalan.

\

Lamb over Rice (Kebab Kambing)
Chicken over Rice (Kebab Ayam)




Tak susah mencari makanan halal di NYC, karena gerobak makanan halal ada dimana-mana. Di beberapa sudut kota juga ada taman kecil yang dilengkapi dengan meja dan kursi, sehingga kami tak kesulitan menemukan tempat menyantap makanan kami. Bahkan bagi yang tak membawa minum, ada kran air tawar yang siap diminum kapan saja. Wifi, Tourist Information dan meja permainan juga tersedia secara gratis. Teduhnya pepohonan di taman kecil itu benar-benar menambah nikmat kami saat menyantap makan siang di tengah hari yang sangat terik.

Setelah kenyang, kami masuk ke Empire State dan naik sampai ke lantai teratas yang bisa dimasuki oleh pengunjung, yakni lantai ke 102. Dari atas gedung tersebut kami bisa melihat pemandangan NYC dan sekitarnya secara leluasa, termasuk Patung Liberty yang merupakan icon kebanggaan Amerika Serikat.


Di Empire State - Lantai 86
Di Empire State - Lantai 102

Puas menikmati pemandangan NYC dan sekitarnya dari Empire State lantai 86 dan 102, kami kembali meruskan perjalanan menuju ke Islamic Cultural Center of New York di kawasan 3rd Avenue. Disitu kami menjamak shalat Dhuhur dan Ashar. Di dekat ICC ternyata ada gerobak Halal Food dan membeli dua porsi kebab sebagai bekal makan malam.
Di Gerbang ICC - NY
Terus menyusuri jalan, tak terasa kami sampai di salah satu sudut Central Park, taman kota yang sangat luas di tengah NYC. Senangnya bila nanti di tanah air ada taman kota sebesar itu. Dulu melihat Taman Menteng saja sudah senang, apalagi bila ada taman seluas itu di tengah kota jakarta yang panas dan semrawut :)


Ternyata kami masih punya tenaga :) Kami melanjutkan perjalanan ke Wall Street dan New York Stock Exchange (NYSE). Sebetulnya suami yang tertarik ingin mengunjungi tempat tersebut, namun sebagai alumni fakultas ekonomi saya ikut menikmati jalan-jalan ke pusat bisnis dunia tersebut. Lumayan bisa mejeng di depan gedung NYSE :D *lebay*






Puas menikmati area NYSE,  kami terus melangkah sampai akhirnya tiba di pinggir pantai tempat kapal-kapal feri yang menuju ke Staten Island, Liberty Island, dan Ellis Island berlabuh.


Sayang kami terlambat datang, sehingga tak ada lagi kapal yang menuju ke Liberty Island di jam tersebut. Akhirnya hanya bisa berfoto di pinggir pantai dengan latar belakang patung Liberty di kejauhan.

----

Keesokan harinya, suami masih punya semangat jalan-jalan. Kali itu tujuannya ke pantai. Masya Allah, sudah berapa tahun saya tak pernah ke pantai. Sepertinya terakhir menginjak pasir di pantai saat masih SMA yang artinya itu sudah 13 tahunan yang lalu :)


Kapal feri yang hendak menyeberang ke New England, CT
Nampang di Depan Mobil Sewaan :D
Pantai yang hari itu kami tuju adalah North Fork di kawasan Long Island yang menghadap langsung Samudera Atlantik. Suami saya yang seharusnya bercerita disini soal pantai tersebut, karena ia lebih pandai mendeskripsikan tempat dibanding saya.  Mudah-mudahan nanti ia mau mengoreksi dan melengkapi tulisan pendek ini. Nah, sekarang cukup saya bagi fotonya dulu ya :)
• • •

Summer 2012 – Week 1

Tak terasa, libur Summer sudah akan berakhir. Dalam dua minggu kedepan, insya Allah kami akan kembali ke Ohio. Olala, ternyata saya baru punya satu posting mengenai liburan Summer ini :) Karena sudah telat, saya tak akan banyak bercerita detail. Sebagai gantinya akan saya posting beberapa foto yang mewakili perjalanan kami. Saya awali dengan perjalanan di minggu pertama.


Kemacetan di Washington Bridge


Di minggu pertama (tepatnya hari Sabtu, 16 Juni 2012), kami pergi mengunjungi rekan Fulbrighters di New Jersey. Namanya Wayan (Fulbrighter 2010 – seangkatan dengan suami saya) dan Desi (Fulbrighter 2011). Kami berangkat dari Armonk (NY) sekitar pukul 7 pagi dengan menggunakan mobil sewaan. Di perjalanan sempat kena macet di Washington Bridge. Ini memang biangnya macet, karena arus kendaraan disitu memang selalu padat. Perjalanan yang kami prediksikan hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam, ternyata molor jadi dua jam lebih. Jadi kami sampai di apartemen Desi di Kearney (NJ) kira-kira pukul 9.15.



Dari situ kami melanjutkan perjalanan ke New York City (NYC) dengan menggunakan bus dan disambung dengan subway. Mobil sengaja kami parkir di dekat apartemen Desi, karena sopir pemula seperti suami saya tidak disarankan mengendarai mobil di NYC. Perjalanan di NYC memang lebih cepat bila menggunakan subway dibanding dengan bus, taksi ataupun mobil pribadi. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan utama hari itu, kami turun di stasiun WTC dan melewati area insiden 9/11 yang sedang dalam tahap pembangunan kembali.




Tempat utama yang kami kunjungi hari itu adalah Coney Island. Ya semacam mini Dufan dan letaknya benar-benar di pinggir pantai. Coney Island itu bisa dibilang tempat wisata keluarga yang pertama ada di kawasan NY.





Setelah puas menikmati panasnya Coney Island, kami pergi ke daerah Elmhurst. Disana kami mengunjungi Top Line Supermarket yang menyediakan banyak produk dari Indonesia. 


Aneka Produk Indonesia di Top Line

Tak lupa kami mengunjugi Warung Padang Upi Jaya yang terkenal seantero NY dan sekitarnya :) Suami memesan Rames Rendang, sementara saya memesan Nasi dan Gulai Jengkol (hahaha, semoga makanan favorit saya tak anda tertawakan).




Rames Rendang - Upi Jaya

Gulai Jengkol - Upi Jaya

Setelah selesai menikmati hidangan di Upi Jaya, kami kembali ke NJ saat langit sudah mulai gelap. Setelah mengambil mobil di dekat apartemen Desi, kami mengantarkan Wayan ke apartemennya sebelum akhirnya kembali ke Armonk. Perjalanan dari NJ ke Armonk itu yang seru, karena suami sempat salah jalan dan akhirnya GPS memberikan rute alternatif yang justru membuat perjalanan tambah lama dan melalui jalur yang lumayan sulit untuk sopir pemula. Mungkin seperti jalan berkelak-kelok di jalur Selatan (Jawa Barat). Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan panjang penuh tantangan (lebay :D), kami sampai kembali di hotel kira-kira pukul 00.30 pagi. Capek tapi sekaligus lega.
• • •