Showing posts with label daycare. Show all posts
Showing posts with label daycare. Show all posts

March 02, 2013

Kamar Bayi ala Montessori

Sejak bulan September 2012 yang lalu, saya banyak berada di ruang Infant. Saya jadi banyak belajar mengurus bayi dan segala tetek-bengeknya. Bukan hanya belajar bagaimana memenuhi kebutuhan dasar mereka saja, namun juga belajar mengedukasi mereka. 

Biarpun bayi sering kita pandang sebagai makhluk yang tak berdaya dan belum mengerti apa-apa, ternyata menurut pandangan para ahli pendidikan anak usia dini, para bayi itu justru pembelajar sejati. Sejak mereka dilahirkan, mereka telah siap untuk belajar apa saja. Jadi bila kita sebagai orang dewasa memperlakukannya dengan tidak baik, jangan harap para bayi itu akan tumbuh menjadi seorang yang bahagia dengan segala potensi dan keunikan yang mereka miliki. Untuk itu, membuat rencana kegiatan dan portofolio untuk para bayi itu pun menjadi rutinitas kami. Hal itu pula yang membedakan early childhood educator dengan baby sitter.

Salah satu tugas guru di ruang infant adalah membantu bayi agar bisa memiliki kebiasaan tidur yang baik. Salah satunya dengan menempatkan mereka di crib atau box bayi saat mereka mulai mengantuk. Setiap anak memiliki tempat tidur sendiri yang dihias dengan foto si bayi dan keluarganya. Foto-foto itu ditempatkan di crib agar setiap bayi bisa lebih tenang dan merasakan kehadiran ayah, ibu, dan saudara-saudaranya.

Di USA sendiri, crib bisa dibeli dengan mudah di berbagai pusat pertokoan. Bila ingin murah, bisa juga hunting di toko-toko barang bekas. Pilihannya pun beragam, dari yang murah sampai yang mahal. Nah, saya pun berpikir, kalau misalnya penggunaan crib ini diterapkan di Indonesia (baik itu di rumah maupun di child care), tentu bukanlah pilihan yang murah. Meski saya akui ada sisi baiknya, namun faktor harga crib/box bayi yang tidak murah bisa menjadi kendala bagi orang tua yang ingin membuat anaknya mandiri dalam hal tidur. 

Alhamdulillah, tadi saya baru saja menemukan jawaban dari kegusaran saya. Menata kamar anak dengan prinsip Montessori bisa menjadi salah satu pilihan bila kita ingin anak-anak bisa tidur secara mandiri dari awal, tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk dekorasi kamar. Untuk ruang bayi, kita bisa menggunakan metode Floor-Bed yang contohnya bisa anda lihat di gambar berikuti ini:

1. Floor Bed - Mamamilieu


2. Floor Bed - Twins and Montessori

3. Floor-bed - Montessori on the Double

Foto ketiga memperlihatkan kamar anak kembar bernama Brooke dan Mackenzie. Anda bisa membaca lengkap pengalaman yang ditulis oleh Ibu mereka yang bernama Stephanie Woo di web Montessori on the Double.

Berikut ini adalah dua video yang menggambarkan detail kamar yang ditempati oleh Brooke and Mackenzie:






Contoh lainnya bisa dilihat di link berikut:

Melihat beberapa foto dan video di atas, kegundahan saya mengenai mahalnya biaya pembuatan kamar anak akhirnya bisa terhapuskan. Dengan biaya yang murah dan peralatan yang sederhana, insya Allah kita bisa tetap menghadirkan ruang dan media belajar bagi anak-anak kita.

• • •

May 11, 2012

Teacher Appreciation Week 2012

Minggu ini saya cukup sibuk, karena guru tetap di ruang Yellow absen pada hari Selasa dan Rabu (8-9 Mei 2012). Hari Senin sehari sebelumnya, ia pun hanya bisa berada di kelas sampai jam makan siang saja. Jadi total selama 2,5 hari, saya bekerja bersama sesama rekan substitute di salah satu kelas toddler tersebut. 

Jujur menangani 11 anak toddler bersama sesama guru pengganti tidaklah mudah. Seperti yang saya tahu sebelumnya, anak-anak di ruang infant dan toddler membutuhkan hubungan yang stabil dengan setidaknya satu orang guru tetap. Di kasus saya, dua orang guru tetapnya terpaksa harus meninggalkan kelas. Lead teacher pindah ke kota lain, sedangkan assistant teacher absen karena harus menghadiri pemakaman ayahnya. 

Selama empat minggu belakangan, kelas bisa terkontrol karena setidaknya saya sebagai substitute bekerja bersama satu guru tetap. Tapi ketika kedua guru tetap absen dan dalam satu hari itu ada empat orang substitute dalam ruang tersebut, betapa hebohnya kelas tersebut. Anak-anak jadi sedikit susah diatur. Yang biasanya penurut dan kalem, dalam dua hari itu jadi sering tantrum. Dinasehati ngeyel, kalau tidak suka sesuatu lalu berguling-guling di kelas, diminta datang ke toilet (yang terletak di pojok kelas) saat potty time mereka pun menolak, dll. Sampai-sampai seorang guru di ruang lain mengatakan, anak-anak di ruang Yellow seakan bergembira dan berteriak "Hurray, Substitute...!":D Ditambah lagi penampilan saya yang berbeda dengan lainya dan cara saya bicara dalam bahasa inggris juga tentu berbeda dengan guru yang lainya, anak-anak jadi seperti merasa itulah saat bagi mereka untuk bertingkah laku di luar kebiasaan. Masya Allah, saya benar-benar belajar makin sabar menghadapi anak-anak itu. 

Ketika guru tetap kembali hadir di kelas pada hari Kamis, 10 Mei 2012, mereka pun lebih kalem dari sehari sebelumnya. Memang voice tone guru tersebut juga jauh berbeda dibanding saya (ia seorang African American). Ketika ia menegur anak-anak, kita sebagai orang Indonesia mungkin seperti mendengar orang membentak. Makanya anak-anak juga lebih "manut" pada perintahnya dibanding dengan saya. Selain tentu karena faktor ia memang guru tetap disitu selama hampir setahun belakangan dan punya pengalaman mengajar belasan tahun. Sedangkan saya, pengalaman menghadapi anak-anak masih minim:D

Meski sibuk, minggu ini cukup menyenangkan buat saya karena ada Teacher Appreciation Week (TAW) yang berlangsung dari tanggal 7 s.d 11 Mei 2012. Selama lima hari tersebut, beberapa orang tua secara sukarela membawakan berbagai hidangan dan para guru bisa menikmatinya di Lounge Room saat anak-anak tidur siang (antara pukul 12.30 s.d 14.30).

Hidangan di Meja 1

Hidangan di Meja 2

Menu makan siang saya pada TAW 2012 hari ke-3

Beberapa dari mereka juga membawakan bingkisan untuk guru-guru di kelas putra-putrinya. Saya sendiri mendapatkan satu pot bunga bertuliskan "thank you" dari orang tua Cara.

Bunga dari orang tua Cara

Pihak daycare pun memberikan beberapa bingkisan, berupa tas ransel, tas tenteng, dan sebuah tempat minuman yang semuanya bertuliskan "Mini University". Selain sebagai souvenir, bingkisan tersebut bisa sekalian jadi ajang promosi:)

Mini-U's souvenirs

Sebenarnya hari Jum'at ini ada perayaan Mom's Day di Mini-U. Sayang saya tidak bisa ada disana, karena harus bekerja di kantin kampus. Sepertinya seru, karena anak-anak sudah menyiapkan bingkisan untuk ibunya yang merupakan karya mereka sendiri. 

Minggu yang benar-benar sibuk, tapi sekaligus menyenangkan. Saya jadi tahu bagaimana posisi guru begitu diapresiasi disini. Walaupun status saya hanyalah guru pengganti, namun saya percaya ini menjadi pijakan awal bagi saya untuk bisa aktif di bidang pendidikan usia dini. Semoga saya bisa terus berada di jalur ini dan kedepannya mampu berkontribusi bagi perkembangan dunia anak di Indonesia. Aamiin.


• • •

May 03, 2012

Five Little Monkeys Swinging In A Tree

Lagu ini juga merupakan salah satu favorit di kelas infant dan toddler. Di salah satu ruang toddler, lagu ini biasa dinyanyikan ketika Reading Time, sebelum jam makan siang tiba.


Liriknya sbb:

5 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

4 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

3 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

2 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

1 little monkey swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!
• • •

Row Row Row Your Boat

Lagu "Row Row Row Your Boat" ini merupakan salah satu lagu favorit di daycare tempat saya bekerja sekarang, terutama mereka yang ada di kelas infant dan toddler.



Liriknya sbb:

Row row row your boat
Gently down the stream
Merrily merrily merrily merrily
Life is but a dream.

Ketika menyanyikan lagu ini, kedua tangan saya berpegangan dengan kedua tangan seorang anak. Lalu kami saling menarik dan mendorong seakan-akan sedang mengayun dayung di sungai. Biasanya ada beberapa anak yang menginginkan hal yang sama. Akhirnya mereka antri sendiri, sampai akhirnya semua mendapat giliran menyanyi dan "mendayung" bersama saya:)
• • •

April 07, 2012

Song: I Am a Pizza

Karena kerja di daycare, saya jadi belajar beberapa lagu anak. Sementara yang in English dulu ya, kan masih tinggal di US:D

Lagu I Am a Pizza ini saya dengar pertama kali saat seorang rekan (Ms. Pita) bernyanyi bersama beberapa anak di area playground. Waktu itu Ms. Pita menggelar "konser" mini hanya dengan menggelar dua lembar kain lebar dan bermodalkan Ipod serta portable speaker. Tadinya cuma tiga anak yang bergabung. Karena konser mininya menarik, lama-lama peserta pun bertambah.


Liriknya:

I am a pizza
With extra cheese
From tomatoes
Sauce is squeezed
Onions and mushrooms
Oregano
I am a pizza, ready to go

I am a pizza
Pepperoni
No anchovies
Or phony bologna
I am a pizza
Order by phone
I am a pizza, please take me home

I am a pizza
Peppers on top
Out of the oven
Into the box

Into the car and
Upside down
I am a pizza, dropped on the ground

I was a pizza
I was the best
I was a pizza
Now I'm a mess!

Insya Allah koleksi lagu anak berbahasa inggris yang lain akan saya tambahkan kembali. Maaf saya cuma bisa ambil dari youtube:D
• • •

April 05, 2012

Pindah Kerja

Alhamdulillah, mulai tanggal 29 Maret 2012 yang lalu, saya mulai bekerja di daycare kampus suami. Ini seperti "dream comes true". Rasanya dulu tak mungkin bisa bekerja disitu. Apalagi saya tidak punya background di bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Namun saya tak berhenti berharap. Saat naik shuttle bus kampus dan melewati tempat itu, dalam hati saya berkata "Insya Allah suatu hari nanti saya akan ada disitu. Entah untuk bekerja ataupun hanya sekedar belajar." Alhamdulillah, Allah kabulkan keinginan saya.


Di daycare lama, hanya dalam hitungan bulan, saya sudah memiliki posisi Lead Teacher di Infant Room. Maklumlah, daycare itu baru berdiri dua tahun yang lalu. Sementara di daycare yang sekarang, saya harus memulainya dari bawah kembali dengan menjadi Substitute Teacher. Itu pun sudah saya syukuri, karena awalnya saya melamar sebagai Volunteer, yang artinya saya rela tak dibayar. Saya tak langsung melamar sebagai guru, sebab saya tahu kapasitas saya. Ternyata pihak daycare melihat pengalaman saya di daycare sebelumnya dan menawari saya untuk bergabung.

Minggu pertama menjadi guru pengganti, saya hanya dapat jatah 6 jam. Minggu kedua ini saya dapat jatah 16 jam. Mulai minggu depan, insya Allah saya akan bekerja 32 jam. Saya hanya bisa bekerja dari hari Senin s.d Kamis, karena di hari Jum'at saya sudah terikat kerja dengan kantin kampus suami. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya, saya bisa dipercaya menjadi full time employee. Aamiin.
• • •