Showing posts with label cooking. Show all posts
Showing posts with label cooking. Show all posts

October 07, 2016

[Resep] Nasi Kabuli & Tongseng

Saya dapat resep ini dari Admin Grup Mengenal Sunnah. Maaf hanya copas. Daripada buka pesan-pesan lama di Whatsapp, jadi saya taruh di sini.
Jazaakillah khairan, mbak Wiwin :)


    🍛 NASI KABULI 🍛
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📋 Resep dari Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab Ali Bahmid hafizhahallah


🍚 BAHAN-BAHAN:

- Beras 1 kg
- Daging kambing 1 kg
- Santan kental 2 gelas
- Susu Segar 1 gelas
- Margarine / minyak samin secukupnya (untuk menumis)

🔪 A. BAHAN YANG DIRAJANG/DIIRIS HALUS:

- Bawang putih 5 siung
- Bawang Bombay 2 buah
- Daun prei (bagian putihnya saja) 1/4 kg

🌿 B. BUMBU KERING:

- Cengkeh 7 biji
- Kayu manis 4 jari, potong-potong
- pala 1 dikeprek
- pekah ( sprti irisan belimbing kering)
- kapulaga 7
- Daun salam koja/daun kari/daun korobelek 1 genggam

💧 C. BUMBU BASAH:

Diblender/dihaluskan:
- Jahe 2 jari
- Bawang putih 80 gram (20 siung)
- Bawang merah 60 gram (15 siung)

🍁 D. BUMBU BUBUK:

- Merica bubuk 1 sdm
- Ketumbar bubuk 1 sdm
- Jinten bubuk 1 sdm
- Garam secukupnya

🌰 E. BUMBU AKHIR:

- Margarine / minyak samin 250 gram
- Bawang merah & bawang putih goreng, diremas-remas
- Minyak samin 2 sdm (jika suka)

       〰〰⬇⬇⬇〰〰

🔥🍳🍚 CARA MEMBUAT:

- Beras dicuci, lalu dikukus dalam dandang selama 15 menit. Sisihkan.
- Daging kambing dipotong ukuran sedang, lalu direbus 1/2 matang. Sisihkan.
- Siapkan wajan, panaskan margarine.
- Masukkan kayu manis dan cengkeh.
- Masukkan rajangan bawang putih.
- Masukkan rajangan bawang bombay dan daun prei.
- Masukkan bumbu basah yang sudah dihaluskan (C).
- Masukkan bumbu bubuk yang sudah dihaluskan (D).
- Masukkan daun salam koja/daun kari/daun korobelek.
- Masukkan daging kambing, tambahkan air rebusan daging sedikit demi sedikit sampai bumbu berbau harum.
- Masukkan santan kental & susu.
- Pindahkan ke dalam panci, rebus kembali sampai air mengental dan cukup untuk mengaru 1 kg beras.
- Bila menginginkan daging kambing goreng, keluarkan daging kambing secukupnya untuk digoreng.
- Masukkan beras, aduk rata.
- Aduk sesekali supaya bagian bawah tidak gosong. Kecilkan api kompor.
- Setelah air terserap semua, matikan kompor.
- Siapkan dandang, masukkan beras ke dalam dandang dan kukus selama 1 jam.
- Sambil menunggu nasi matang, goreng daging kambing dalam minyak panas. Setelah berwarna kecoklatan, angkat. Sisihkan.
- Setelah 1 jam, keluarkan nasi dari dandang, taruh di tempat/wadah.
- Masukkan margarine, minyak samin, remesan bawang merah & bawang putih goreng serta kapulaga halus.
Aduk hingga merata.
- Hidangkan dengan daging kambing goreng.
- Tambahkan acar timun, acar tomat atau sambal tomat ala Arab sesuai selera.

✏❗ CATATAN

1⃣ Jangan pernah menambahkan gula karena daging kambing sudah memiliki aroma/rasa yang manis.
2⃣ Air untuk mengaru beras harus pas, jangan lebih.
Bila kurang air, tambahkan air panas secukupnya.
3⃣ Daging kambing untuk nasi kabuli, lebih lezat bila daging kambing masih bertulang.

🍛🍖 Untuk 10 porsi 🍴


------

Tongseng

Daging Kambing
Daun kol
Bawang merah
Bawang putih
Kemiri
Lengkuas
Jahe
Sereh
Daun Salam

Cara:
- Haluskan bawang merah, kemiri, bawang putih dan ketumbar.  Bumbu lain dicemplung saja,  dan dioseng sampe harum.
- Setelah harum masukan dagingnya, beri air.
- Masak lama dengan api sedang sampe daging empuk.
- Setelah empuk baru masukan daun kol dan tomat.
- Sebelum diangkat, tambahan sedikit perasaan jeruk nipis sedikit.


• • •

[Resep] Nasi Kabuli

Saya dapat resep ini dari Admin Grup Mengenal Sunnah. Maaf hanya copas :)

    🍛 NASI KABULI 🍛
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📋 Resep dari Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab Ali Bahmid hafizhahallah


🍚 BAHAN-BAHAN:

- Beras 1 kg
- Daging kambing 1 kg
- Santan kental 2 gelas
- Susu Segar 1 gelas
- Margarine / minyak samin secukupnya (untuk menumis)

🔪 A. BAHAN YANG DIRAJANG/DIIRIS HALUS:

- Bawang putih 5 siung
- Bawang Bombay 2 buah
- Daun prei (bagian putihnya saja) 1/4 kg

🌿 B. BUMBU KERING:

- Cengkeh 7 biji
- Kayu manis 4 jari, potong-potong
- pala 1 dikeprek
- pekah ( sprti irisan belimbing kering)
- kapulaga 7
- Daun salam koja/daun kari/daun korobelek 1 genggam

💧 C. BUMBU BASAH:

Diblender/dihaluskan:
- Jahe 2 jari
- Bawang putih 80 gram (20 siung)
- Bawang merah 60 gram (15 siung)

🍁 D. BUMBU BUBUK:

- Merica bubuk 1 sdm
- Ketumbar bubuk 1 sdm
- Jinten bubuk 1 sdm
- Garam secukupnya

🌰 E. BUMBU AKHIR:

- Margarine / minyak samin 250 gram
- Bawang merah & bawang putih goreng, diremas-remas
- Minyak samin 2 sdm (jika suka)

       〰〰⬇⬇⬇〰〰

🔥🍳🍚 CARA MEMBUAT:

- Beras dicuci, lalu dikukus dalam dandang selama 15 menit. Sisihkan.
- Daging kambing dipotong ukuran sedang, lalu direbus 1/2 matang. Sisihkan.
- Siapkan wajan, panaskan margarine.
- Masukkan kayu manis dan cengkeh.
- Masukkan rajangan bawang putih.
- Masukkan rajangan bawang bombay dan daun prei.
- Masukkan bumbu basah yang sudah dihaluskan (C).
- Masukkan bumbu bubuk yang sudah dihaluskan (D).
- Masukkan daun salam koja/daun kari/daun korobelek.
- Masukkan daging kambing, tambahkan air rebusan daging sedikit demi sedikit sampai bumbu berbau harum.
- Masukkan santan kental & susu.
- Pindahkan ke dalam panci, rebus kembali sampai air mengental dan cukup untuk mengaru 1 kg beras.
- Bila menginginkan daging kambing goreng, keluarkan daging kambing secukupnya untuk digoreng.
- Masukkan beras, aduk rata.
- Aduk sesekali supaya bagian bawah tidak gosong. Kecilkan api kompor.
- Setelah air terserap semua, matikan kompor.
- Siapkan dandang, masukkan beras ke dalam dandang dan kukus selama 1 jam.
- Sambil menunggu nasi matang, goreng daging kambing dalam minyak panas. Setelah berwarna kecoklatan, angkat. Sisihkan.
- Setelah 1 jam, keluarkan nasi dari dandang, taruh di tempat/wadah.
- Masukkan margarine, minyak samin, remesan bawang merah & bawang putih goreng serta kapulaga halus.
Aduk hingga merata.
- Hidangkan dengan daging kambing goreng.
- Tambahkan acar timun, acar tomat atau sambal tomat ala Arab sesuai selera.

✏❗ CATATAN

1⃣ Jangan pernah menambahkan gula karena daging kambing sudah memiliki aroma/rasa yang manis.
2⃣ Air untuk mengaru beras harus pas, jangan lebih.
Bila kurang air, tambahkan air panas secukupnya.
3⃣ Daging kambing untuk nasi kabuli, lebih lezat bila daging kambing masih bertulang.

🍛🍖 Untuk 10 porsi 🍴

• • •

August 03, 2014

"Rahasia" Rendang

Alhamdulillah, sehari sebelum Idul Fitri kemarin, saya belajar masak rendang pada seorang teman di Columbus, Ohio. Namanya mbak Neni. Beliau juga yang sebelumnya mengajarkan cara membuat. pempek dan tekwan. 

Sebelum berguru pada mbak Neni, sebenarnya saya sudah beberapa kali membuat rendang. Dari yang hanya bermodal bumbu Indo***d sampai bumbu buatan sendiri (nyontek dari internet sih :)) Sayangnya, rendang buatan saya hasilnya basah seperti kalio. Suka iri liat rendang buatan teman-teman disini yang bisa kering tanpa kuah. Penasaran banget gimana cara bikinnya.

Alhamdulillah pas saya todong buat ngajarin, mbak Neni gak keberatan. Akhirnya janjian, sehari sebelum Idul Fitri saya sudah harus ada di Columbus supaya ada waktu belajar membuat rendang. Ok, siapa takut :D 

Saat itu, daging dan beberapa bumbu sengaja saya yang beli. Mau belajar ya harus berani keluar modal :) Bumbu-bumbu yang tidak saya bawa, barulah ditambahkan oleh mbak Neni.

Inti dari belajar masak rendang kemarin adalah di tahap akhir pembuatan. Bumbu dan tahap awal pembuatan saya lihat sama dengan yang sering saya temukan di banyak blog ataupun youtube. Hanya saja, ketika kuah rendang sudah mengental atau bisa kita sebut sebagai kalio, kita masukkan minyak goreng agak banyak kedalamnya. Tujuannya supaya bumbu dan kuahnya cepat mengering. Tips ini didapatkan mbak Neni dari rekannya yang orang tuanya kebetulan punya warung masakan minang. Cara ini sekaligus menghemat penggunaan kelapa. Karena hanya dengan menggunakan santan yang tidak terlalu banyak, tetap ada minyak yang membantu menyusutkan kuah. Waktu pun bisa dihemat banyak dengan cara tersebut.


Sayang sekali hasil latihan membuat rendang dengan mbak Neni tidak sempat saya abadikan. Nah, sore ini saya buat sendiri di rumah. Alhamdulillah sempat saya potret untuk kenang-kenangan :)


• • •

December 15, 2013

Sambal Terasi Kering

Beberapa hari lagi, in shaa Allah saya dan suami akan mengikuti Muktamar IMSA di Louisville, Kentucky selama 5 hari. Mbak Gina (koordinator konsumsi) sejak lama sudah wanti-wanti agar saya tak lupa membawa sekotak kecil sambal terasi. Saya yakin beliau meminta hal yang sama ke beberapa orang yang jadi volunteer masak. Tujuannya supaya mempermudah tugas bagian konsumsi, karena harus menyiapkan makan bagi 1100 orang yang in shaa Allah akan hadir di acara tersebut.

Saat mbak Gina menghubungi lewat message FB itu, saya katakan sambal saya kurang mantap rasanya. Namun demi Muktamar IMSA, in shaa Allah saya mau belajar. Kata mbak Gina, soal rasa tak masalah, yang penting pedas :D 

Saya sempat tanya ke dua rekan yang menurut saya sambalnya enak. Sayang jawaban keduanya belum memuaskan. Masih saja sambal buatan saya terasa kurang mantap. Berair, itu yang saya lihat dari sambal saya. Lebih cocok dipakai sebagai bumbu merah untuk masak, ketimbang sambal terasi yang bisa digunakan untuk teman makan.

Sampai akhirnya, tetaplah mbah Google yang jadi andalan. Saya ketemu blog mbak Irni yang suaminya dulu sempat satu almamater dengan suami saya. Disitu tersedia resep sambal terasi yang teksturnya sesuai dengan yang keinginan saya. Ini saya copas aja biar gampang kalau kapan-kapan saya butuh lagi. Untuk resep-resep lezat lainnya, silahkan langsung ke blog Narasamdya aja ya. Biar lebih puas :)
Ingredients:
Cabe merah
Bawang merah
Bawang putih sedikit
Tomat sedikit
Gula merah
Garam
Air secukupnya
Terasi
Minyak
Directions:
Giling Cabe merah, Bawang merah, bawang putih, tomat, gula merah dan garem. Bila ketika menggiling mandeg, tambahkan air JANGAN MINYAK.
Lalu panaskan hasil gilingan di wajan, aduk-aduk terus hingga kering dan tidak berair lagi. Pada tempat terpisah panaskan minyak.
Apabila adonan cabe sudah kering, masukan terasi dan minyak panasnya. Aduk-aduk hingga adonan cabe, terasi dan minyak tercampur rata, diamkan hingga mendidih, lalu matikan kompor. Selesai deh..
Dapat di simpan di kulkas, tahan lama lo… :D
------
Makasih, mbak Irni. Ilmunya berguna banget buat saya.   Kemarin sempet saya bawa bakwan, tempe goreng, dan sambal terasi itu pas ada acara di rumah Prof suami saya, dan istrinya Prof suka sama sambal terasinya. Alhamdulillah, sekarang saya sudah pede kalau ada pesanan sambal terasi :)
• • •

June 02, 2013

Akhir Pekan yang Sehat

Akhir pekan ini saya memanfaatkan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dan hal lain yang berhubungan dengan penilaian kinerja di tempat saya bekerja. Saya pun meluangkan waktu untuk membenahi kebiasaan makan saya yang akhir-akhir ini agak sembarangan. Inilah hasilnya: salad bulgur dan gulai jengkol :D


Saya juga berlatih yoga dengan bantuan YouTube selama 20 menit. Sungguh nikmat bisa menikmati akhir pekan yang sehat. Semoga minggu berikutnya bisa lebih baik lagi.
• • •

March 06, 2013

Badai Salju, Pempek dan Tekwan

Dari hari Selasa malam sampai dengan Rabu pagi tadi (5-6 Maret 2013), terjadi badai salju di wilayah yang saya tinggali saat ini. Hari selasa para orang tua dan rekan-rekan di penitipan anak tempat saya bekerja sudah kasak-kusuk tentang kemungkinan libur di hari Rabu ini. Kalau libur ya alhamdulillah, begitu saya berpikir. Saya jadi punya waktu lebih untuk mengerjakan paper kuliah yang harus saya submit minggu depan.


Rabu pagi tadi saya bangun sekitar pukul 4:00 EST. Saya lihat kondisi di luar melalui jendela dan saya mendapati salju sudah begitu tebal. Sungguh sangat berbeda dibanding hari sebelumnya. Melihat gunungan salju itu, saya masih berharap hari ini akan libur.

Kira-kira pukul 5:00 EST, terdengar suara truk pembersih jalan. Truk pembersih itu menaburkan garam yang bisa mempercepat cairnya salju. Sesaat kemudian ada telepon dari rekan kerja yang mengabarkan bahwa penitipan anak akan buka pada pukul 9:30 EST. Setelah itu datang SMS dari kampus Wright State University yang mengabarkan hal serupa. Meskipun tak sepenuhnya libur, saya masih tetap bersyukur. Alhamdulillah saya tak harus keluar rumah pada pukul 6:15 EST seperti biasanya. Saya punya waktu 3 jam yang bisa saya pergunakan untuk mengerjakan hal lain.
Pempek sebelum digoreng
Tekwan untuk Sarapan 
Saya lalu ingat, di kulkas masih ada ikan tilapia/nila yang belum saya olah. Karena suami suka pempek, akhirnya saya putuskan untuk membuat pempek dan tekwan. Pempek saya siapkan untuk hidangan malam, sementara tekwan untuk sarapan. Hmmm, jarang-jarang kami bisa menikmati tekwan di pagi hari, apalagi di hari kerja begini. Hangat dan lezat tiada tara. Kalau salju di luar kami abaikan, rasanya seperti sedang di Indonesia saja :)
• • •

December 22, 2011

mengolah ampas juicer

lama tak posting, saya lihat-lihat pengunjung blog ini lebih banyak berasal dari tanah air. jadi untuk selanjutnya saya akan kembali menggunakan bahasa indonesia. kalaupun sesekali ada postingan dalam bahasa inggris, itu berarti saya sedang ingin praktek menulis in english. yep, kan insya Allah pengen bisa cas-cis-cus bahasa inggris gitu loh:)

ok, cukup dulu basa-basinya. sekarang saya mau cerita tentang ampas juicer. ada apa dengan ampas yang satu itu?

jadi ceritanya, beberapa hari terakhir ini saya dan suami mulai rutin konsumsi jus yang diproses melalui juicer. kalau konsumsi jus yang diproses dengan blender, sudah saya lakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. namun karena rasanya kurang terlalu enak (ini subyektif lho ya), suami jarang mengonsumi jus dari blender itu. belum lagi kalau saya sedang malas menyaring, itu artinya semua hasil blenderan akan saya konsumsi sendiri. bayangkan saja, hampir setiap hari saya mengonsumsi jus wortel beserta ampas-ampasnya tanpa ada tambahan gula ataupun madu sama sekali. apakah anda sanggup melakukannya? saya yakin tidak semua menjawab "ya". kalau yang tidak suka, mungkin akan ada rasa tersedak, atau malah memilih untuk tidak mengonsumsi jus wortel tersebut.

alhamdulillah suami setuju saat saya mengatakan ingin beli juicer. awalnya kami menunggu thanksgiving day dengan black friday-nya yang terkenal dengan diskon jor-jorannya itu. sayangnya tak ada diskon untuk si juicer. nah menjelang christmas ini ada diskon 25%. ya sudahlah, kami tak mau menunggu lebih lama lagi. lah untuk beli juicer ini saja kami bersabar sampai setahun. maklum harganya lumayan mahal buat kantong kami sebagai student. akhirnya kami pun berpikir, tak apa mengeluarkan sedikit dana ekstra, yang penting bisa hidup lebih sehat. apalagi setelah dihitung-hitung, harga setelah diskon itu tidak jauh berbeda dibandingkan dengan harga juicer philips yang kami gunakan saat masih di tanah air dulu. makin yakinlah keputusan kami untuk membeli Jack's LaLanne's Power Juicer tersebut.

dan hasilnya, sekarang suami dengan senang hati minum jus wortel setiap hari. supaya lebih enak, jus wortelnya saya ubah jadi "jus 3 diva" yang merupakan campuran dari wortel, tomat dan apel. hmm... benar-benar segar rasanya. sesekali saya tambahkan juga buah bit yang merah merona itu.


nah masalahnya, ada ampas buah hasil pengolahan dengan juicer. supaya tidak mubazir, ampas itu saya taruh di kotak kedap udara dan saya simpan di kulkas. karena saya biasa membuat jus di malam hari, baru keesokkan paginya saya punya waktu untuk mengolah ampas-ampas itu. setidaknya ada tiga hasil olahan yang saya coba sampai hari ini, yakni pancake, carrot cake dan saus spaghetti. untuk yang punya baby, ampas-ampas itu bisa digunakan sebagai tambahan membuat nasi tim ataupun cookies.



alhamdulillah sekarang kami bisa minum jus lezat di malam hari dan keesokkan harinya bisa menikmati makanan sehat dari olahan ampasnya. meski belum bisa 100% hidup sehat, paling tidak ini langkah awal menuju kesana. bismillah...
• • •